Selasa, 11 April 2017TApril 11, 2017

ANALISIS PENGARUH JUMLAH MODAL TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN

Indah yuliana
Ekonomi Syari’ah  V



JURNAL ANALISIS PENGARUH JUMLAH MODAL TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN PADA PT. BANK DANAMON INDONESIA, Tbk PERIODE 2006-2010
Latar Belakang
Perusahaan merupakan suatu badan yang didirikan oleh perorangan atau lembaga dengan tujuan utamanya adalah mencari keuntungan yang sebesarbesarnya. Untuk mendapatkan laba tersebut hendaklah pihak manajemen perusahaan dituntut untuk lebih keras lagi guna mengambil langkah-langkah kedepan yang kiranya akan membawa kemajuan dan perkembangan perusahaan. Hal ini terkait pengoptimalisasian operasional suatu perusahaan, baik dalam menambah modal maupun dengan berinvestasi. Pada saat melakukan kegiatan produksi seharusnya setiap perusahaan mempunyai modal yang cukup. Jumlah modal dibutuhkan oleh setiap perusahaan untuk membelanjai operasinya sehari-hari, di mana uang atau dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya. Uang yang masuk berasal dari penjualan produk tersebut akan segera dikeluarkan lagi untuk membiayai operasi selanjutnya. Dengan demikian maka dana tersebut akan terus menerus berputar setiap periodenya selama hidupnya perusahaan. Oleh karena itu, perusahaandituntut untuk selalu meningkatkan efisiensi kerjanya sehingga dicapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan PT. Bank Danamon Indonesia Tbk dalam memperoleh keuntungan pada periode 2006-2010 dan untuk mengetahui apakah jumlah modal berpengaruhterhadap tingkat keuntungan yang diperoleh PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. Kemampuan PT. Bank Danamon Indonesia Tbk dalam memperoleh keuntungan pada tahun 2006-2010 cukup baik. Hal ini dapatdibuktikan dengan terjadi kenaikan pada kelima rasio profitabilitas dan kenaikan laba bersih yang diperoleh. Berdasarkan pengolahan dengan software SPSS 17 disimpulkan bahwa jumlah modal terhadap  laba bersih tidak berpengaruh.
Rumusan Masalah
            Dalam subbab ini akan dilakukan perhitungan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara jumlah modal terhadap laba bersih pada PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan menggunakan software SPSS 17.
Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan data sekunder yang berupa laporan keuangan PT. Bank Danamon Tbk yaitu Laporan Neraca dan laporan Laba Rugi selama lima tahun terakhir pada periode tahun 2006-2010 dan variabel yang digunakan adalah variabel bebas, yaitu modal sedangkan variabel terikat yaitu laba bersih. Penelitian menggunakan lima rasio profitabilitas yang digunakan oleh bank pada umumnya. Alat Analisis Yang Digunakan Dalam penelitian ini digunakan kombinasi analisis data, yaitu analisis data deskriptif  dan analisis data kuantitatif. Analisis data deskriptif dengan menganalisis rasio bank dalam memperoleh keuntungan dengan alat bantu berupa tabel hasil olahan PM, AU, ROA, EM, ROE,serta membuat berbagai kesimpulan terhadap sekumpulan data yang berasal dari suatu sampel. Variabel adalah suatu konsep yang beragam atau bervariasi. Ada dua variable yang akan diteliti, yaitu variabel bebas atau independen untuk jumlah modal dan variabel terikat atau dependen untuk laba bersih. Variabel bebas atau independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain yang sifatnya berdiri sendiri. Sedangkan variabel terikat atau dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain yang sifatnya tidak dapat berdiri sendiri.
Kedua variabel tersebut akan diuji dengan teknik uji regresi linier sederhana. Dengan software SPSS Versi 17. Namun sebelum dilakukan uji regresi tersebut harus dilakukan uji normalitas yang terbagi dalam uji skewness dan kurtosis. Jika data yang dianalisis terdistribusi secara normal, maka dapat dilanjutkan dengan uji korelasi pearson.
Menurut Priyatno (2010,22) pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi dalam menggunakan SPSS adalah sebagai berikut:
0,00 – 0,199 = Sangat lemah
0,20 – 0,399 = Lemah
0,40 – 0,599 = Sedang
0,60 – 0,799 = Kuat
0,80 – 1000 = Sangat kuat
Analisis Regresi Linier
Menurut Elcom (2010, 135), Uji analisis regresi linier digunakan untuk mengetahui apakah suatu variabel dapat dipergunakan untuk memprediksi atau meramal variabelvariabel lain. Bila suatu variabel tidak bebas tergantung pada satu variabel bebas, maka hubungan antara kedua variabel disebut analisis regresi sederhana. Untuk melakukan uji analisis regresi linier, dapat dilakukan dengan syarat: Hipotesis penelitian ini adalahterdapat pengaruh antara modal terhadap laba bersih atau tidak terdapat pengaruh antara modal terhadap laba bersih.
Syarat pengambilan keputusan: Signifikan (Sig) > 0,05 maka tidak ada pengaruh antara modal terhadap laba bersih. Signifikan (Sig) < 0,05 maka terdapat pengaruh antara modal terhadap laba bersih.
Pembahasan
Tabel 1 Perkembangan Kelima Indikator Rasio Profitabilitas Periode 2006-2010
Keterangan
2006
2007
2008
2009
20010
PM
19,6%
25,0%
14,8%
13,5%
21,3%
AU
8,2%
9,5%
9,6%
11,6%
11,5%
ROA
1,61%
2,36%
1,42%
1,55%
2,43%
EM
869,2%
825,3%
1013,9%
623,8%
640,7%
ROE
14,0%
19,5%
14,4%
9,7%
15,6%

Secara keseluruhan kemampuan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dalam memperoleh keuntungan pada periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 cukup baik.Hal ini dapat dibuktikan dengan terjadi kenaikan rasio kelima indikator yaitu Profit Margin (PM), Asset Utilization (AU), Return On Asset (ROA), Equity Multiplier (EM), dan Return On Equity (ROE) . Dalam periode lima tahun,Bank Danamon mengalami kenaikan pada kelima rasio tersebut. Walaupun ada penurunan yang dialami kelima rasio tersebut yaitu Profit Margin (PM) pada tahun 2008 dan 2009, Asset Utilization (AU) pada tahun 2009, Equity Multiplier pada tahun 2007 dan Return On Equity (ROE) pada tahun 2008 dan 2009, Return On Asset (ROA) pada tahun 2008. Namun selebihnya kelima rasio tersebut mengalami kenaikan. Terjadinya kenaikan dan penurunan pada rasio-rasio tersebutdapat disebabkan karena adanya pengaruh antara ke lima rasio. Hubungan antara ROA dan ROE mereflesikan struktur permodalan perusahaan. Pihak kreditur dan pemegang saham menyediakan modal yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam memperoleh asset yang digunakan dalam bisnis. Rasio ROA dan ROE biasa digunakan untuk mengukur dan membandingkan kinerja profitabilitas bank. ROE menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola modal yang tersedia untuk mendapatkan laba bersih. Semakin tinggi return semakin baik karena berarti deviden yang dibagikan atau yang ditanamkan kembali juga semakin besar.
Sedangkan ROA menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam menghasilkan pendapatan dari pengelolaan asset yang dimiliki. Untuk mendapatkan ROE juga menghubungkan ROA dengan Equity Multiplier dengan rumus ROE = ROA x EM. EM bank membandingkan aset dengan modal sehingga merupakan ukuran financial average sekaligus menggambarkan ukuran laba dan resiko. EM juga menggambarkan ukuran resiko karena bisa menjadi penunjuk bagi manajemen bank mengenai seberapa besar kerugian yang timbul sebagai akibat kegagalan dalam pengelolaan assetnya. Singkatnya, EM yang tinggi akan meningkatkan ROE ketika laba bersih positif, sebaliknya juga mengindikasikan timbulnya capital risk. Pengaruh Asset Utilization terhadap ROA memiliki hubungan yang positif. Semakin tinggi AU mengakibatkan ROA suatu bank juga semakin tinggi. Hal ini dikarenakan kualitas manajemen bank dalam memanfaatkan asset bank yang dimiliki untuk memperoleh pendapatan, baik pendapatan operasional maupun pendapatan non operasional lebih besar daripada pengalokasian asset bank yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional bank.
Perhitungan Pengaruh Jumlah Modal Terhadap Tingkat Keuntungan Dalam subbab ini akan dilakukan perhitungan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara jumlah modal terhadap laba bersih pada PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan menggunakan software SPSS 17. Berikut adalah hasil dari pengujian yang telah dilakukan:
Nilai rasio kurtosis pada modal dan laba bersih adalah 0,1245 dan - 0,264 karena kedua data tersebut berada pada interval -2 sampai dengan +2 maka dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut terdistribusi secara normal.
Dari data diatas berdasarkan nilai pearson correlation dapat diketahui bahwa besarnya hubungan antara jumlah modal terhadap laba bersih sebesar 0,687. Hal ini menunjukan bahwa hubungan antara modal dan laba bersih kuat. Maksudnya kuat adalah apabila jumlah modal mengalami kenaikan maka laba bersih akan naik sebesar kenaikan yang di alami jumlah modal. Lalu sama halnya apabila jumlah modal mengalami penurunan, maka laba bersih yang didapat juga turun sebesar penurunan pada jumlah modal. Setelah dilakukan Uji Korelasi dan hasilnya menunjukan bahwa antara jumlah modal dan laba bersih mempunyai hubungan, maka penelitian ini dilanjutkan dengan menggunakan analisis Regresi Linier Sederhana.
Rangkuman Hasil Penelitian Analisis Regresi Linier Sederhana dengan Menggunakan Aplikasi Software SPSS 17
Dalam Uji normal dapat diketahui bahwa data PT Bank Danamon adalah normal dimana hasil dari Uji normal Rasio Skewness untuk modal adalah 0,85 dan untuk laba adalah 1,387. Hasil tersebut berada pada interval -2 sampai dengan +2 maka dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut terdistribusi secara normal. Lalu hasil dari Uji Normal Rasio Kurtosis untuk modal adalah -0,3855 dan untuk laba adalah 0,4095. Hasil tersebut berada pada interval -2 sampai dengan +2 maka dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut terdistribusi secara normal. Karena data yang sudah di uji adalah normal maka melakukan pengujian selanjutnya yaitu Uji Korelasi Pearson. Penggunaan Uji Korelasi Pearson untuk mengetahui pengaruh jumlah modal terhadap tingkat keuntungan. Melalui Uji Korelasi Pearson disimpulkan bahwa modal memiliki hubungan yang signifikan terhadap laba bersih. Dengan demikian dapat dilanjutkan ke analisis Regresi Linier Sederhana. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari Uji Regresi Linier Sederhana maka didapatkan angka R² (R Square) sebesar 0,472 atau sebesar 47,2%  (dalam persentase). Sedangkan F. Sig Change 0,200. Dari hasil tersebut maka 0,200 lebih besar (>) dari 0,05 maka dapat diketahui bahwa Jumlah modal terhadap laba bersih tidak berpengaruh.


Tag : artikel
0 Komentar untuk "ANALISIS PENGARUH JUMLAH MODAL TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN "

Back To Top