Selasa, 11 April 2017TApril 11, 2017

Konsep Lembaga Keuangan dalam (Al-Quran)islam

                      Lembaga Keuangan Perspektif (Al-Quran)islam

Konsep Lembaga Keuangan dalam (Al-Quran)islam
Konsep lemabaga tidak disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an.
Namun jika yang dimaksud lembaga itu sesuatu yang memiliki unsur-unsur seperti struktur, manajemen, fungsi serta hak wajib, maka semua lembaga itu disebut secara jelas, kata-kata seperti kaum, umat (kelompok masyarakat), muluk (pemerintah), balad (negeri), suq (pasae) dan sebagainya mengindikasikan  bahwa Al-Qur’an mengisyaratkan nama-nama itu memiliki fungsi dan peran tertentu dalam perkembangan masyarakat. Demikian juga konsep-konsep yang merujuk kepada ekonomi, seperti zakat, shadaqah, fai, ghonimah, bai, dain, mal  dan sebagainya memiliki konotasi fungsi yang dilaksanakan oleh peran tertentu.

Di sisi lain, dalam hal ahlak, Al-Qur’an menyebutkan secara eksplisit, baik berupa kisah maupun perintah. Konsep accountability. Misalnya terletak pada ayat yang paling panjang dan berupa perintah. Demikian pula konsep trust (amanah) dengan keadilan. Sementara untuk menjaga stabilitas lembaga disebut Al-Qur’an mengajarkan konsep tindakan tegas (amal makruf nahi munkar) dan teguran (tausiah sabar dan kebenaran). Al-Qur’an juga bahkan menjelaskan perlunya hirarki manajemen sebagai atu struktur yang rapi untuk melakukan perjuangan mencapai tujuan lembaga sebagai manifestasi kecintaan tuhan. Ini menunjukkan bahwa fungsi sebuah lembaga tidak akan berjalan jika ahlak dalam melaksanakan fungsi itu tidak sebagaimana mestinya. Karena itu dapat disimpulkan bahwa penekanan Al-Qur’an terletak bukan pada bentuk lembaga yang merupakan bangunan dari sebuah fungsi. Tetapi pada ahlak/etika lembaga tersebut. Namun kedua metode ini kita pakai dalam melihat pembentukan dan perkembangan yang terjadi pada lembaga-lembaga , terutama keuangan, dalam sejarah islam.

  1. QS. Al-Baqoroh:283
  2. QS. Al-Baqoroh:283

Lembaga Keuangan Di Zaman Rosulullah
Ketika beliau hijrah ke Madinah, maka yang pertama kali didirikan Rosulullah adalah masjid (Quba), yang bukan saja merupakan tempat beribadah, tetapi juga sentral kegiatan kaum muslimin. Kemudian beliau masuk ke Madinah dan membentuk “lembaga” persatuan diantara para sahabatnya, yaitu persaudaraan antara muhajirin dan kaum Anshar. Hal ini diikuti dengan pembangunan masjid lain yang lebih besar (masjid nabawi). Yang kemudian menjadi sentral pemerintah untuk selanjutnya.
Pendirian “lembaga” dilanjutka dengan penertiban pasar. Rosulullah diriwayatkan menolak membentuk pasar baru yang husus untuk kaum muslimin. Karena pasar merupakan sesuatu yang alamiah dan harus berjalan sunnatullah. Demikian halnya dalam penentuan harga.
berikut beberapa hal yang telah nabi dirikan:
Baitul mal
Wilayatul Hisbah
Perkembangan etika bisnis

  • -Penghapusan Riba
  • -Keadilan
  • -Monopoli 

                        

                         Lembaga Keuangan Zaman Khulafa Rasyidin

Baitul mal semakin mapan bentuknya pada zaman kholifah Umar Bin Khattab. Pada masanya system administrasi dan pembentukan dewan-dewan dilakukan untuk ketertiban administrasi. Umar juga meluaskan basis zakat dan sumber pendapatan lainnya.
Umar memberlakukan apa yang disebut dalam dunia perdagangan internasional di zaman ini sebagai principle of reciprocity, dengan memberlakukan kuota kepada para pedagang yang datang dari Persia dan Romawi, karena kedua Negara itu memerlakukan hal yang sama kepada para pedagang di Madinah.
Gerakan lembaga keuangan islam modern dimulai dengan didirikannya sebuah bank dengan simpanan loka (local saving bank) yang beropasi tanpa bunga di desa Mit Ghamir, di tepi Sungai Nil, mesir pada tahun 1969 oleh Dr.Abdul Hamid An-Nagar. Walaupun beberapa tahun kemudian tutup karena masalah manajemen, bank local ini mencatatkan sejarah yang amat berarti, karena mengilhami konfrensi ekonomi islam pertama di Mekkah pada tahun 1975. Dan dua tahun kemudian lahir bank pembangunan islam (IDB) yang merupakan tindak lanjut dari konfrensi tersebut. Setelah itu muncul bank-bank komersial yang transaksi-transaksinya didasarkan pada ajaran islam.Ahmad An-Nagar, Muhafazah Wal Mu’asaroh: Dirasah Fil Masrafiyyah Laa Ribawiyyah, Darul Kutub,Kairo, 1985


Tag : artikel
0 Komentar untuk "Konsep Lembaga Keuangan dalam (Al-Quran)islam"

Back To Top