Minggu, 02 April 2017TApril 02, 2017

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA ARAB SISWA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Secara umum media adalah alat yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pembelajaran yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Boved:1997). Sedangkan pembelajaran sendiri adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar, dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampaian pesan, atau media. Dalam bahasa arab media adalah perantara() atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila di  pahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi, yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Istilah “media” bahkan sering dikaitkan atau di pergantikan dengan kata “teknologi”, bila dihubungkan dengan pendidikan dan pembelajaran, maka teknologi mempunyai pengertian sebagai berikut. “perluasan konsep tentang media dimana teknologi bukan sekedar benda, alat, atau perkakas, tetapi tersimpul pula sikap, perbuatan, organisasi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan ilmu, (Achin,1986:10)”.
Pengadaan media sangat penting dalam meningkatkan prestasi belajar bahasa arab siswa, apalagi siswa di MI Kholafiyah Syafi’iyah yang dalam proses pembelajaran tidak ada media yang digunakan. Di samping dapat menarik perhatian, media pembelajaran juga dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dalam mengoptimalkan pembelajaran bahasa arab. Dalam penerapan pembelajaran di sekolah, guru dapat menciptakan suasana belajar yang menarik dengan memanfaatkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan variatif, sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan mengoptimalkan proses dan berorientasi pada prestasi belajar siswa.
Sedangkan di MI Kholafiyah Syafi’iyah kurang mengoptimalkan media dalam pembelajaran bahasa arab, guru hanya mengandalkan buku ajar yang di sediakan oleh sekolah. Dalam pembelajaran bahasa arab di MI Kholafiyah Syafi’iyah biasanya siswa hanya di suruh menulis dan membaca, proses bembelajaran yang kurang efektif mengingat di zaman sekarang telah banyak media yang dapat di gunakan dalam suatu pembelajaran. Mestinya guru di MI Kholafiyah Syafi’iyah memperhatikan hal ini karena demi kemajuan lembaga tersebut. Mengingat banyak media yang telah bisa di pakai demi tercapainya proses belajar mengajar yang efektif yang membuat siswa tidak bosan dan lebih semangat lagi belajar bahasa arab.
Diantara metode-metode yang dapat di gunakan guru di MI Kholafiyah Syafi’iyah dalam pembelajaran bahasa arab . dalam bahasa arab biasa di sebut dengan ”maharah”, diatanaranya adalah: 1. Maharotul kalam (berbicara). 2. Maharotul istima’ (mendengar). 3. Maharotul qiro’ah (membaca). 4. Maharotul kitabah (kitabah). Dan diantara media-media di atas bias di gabungkan dengan menggunakn media gambar, elektronik (kaset, video, komputr, LCD) dan masih banyak lgi media- media yang dapat digunakan demi menunjang prestasi belajar bahasa arab siswa di MI Kholafiyah Syafi’iyah, bahakan siswa juga bias di jadikan media.
1.2. Rumusan Masalah                                                                                                         
1.      mengapa di MI Kholafiyah Syafi’iyah kurang memperhatikan  penggunaan media dalam pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa arab siswa?
2.      Bagaiman usaha guru demi terciptanya proses belajar mengajar bahasa arab yang efektif?
3.      Usaha apa yang dilakukan guru agar media pembelajaran bahasa arab di MI Kholafiyah Syafi’iyah dapat terlaksana?
1.3. Tujuan Penelitian
Dengan adanya penelitian ini  penulis ingin mengetahui faktor apa yang menyebabkan guru di MI Kholafiyah Syafi’iyah kurang memperhatikan penggunaan media dalam pembelajaran bahasa arab, serta upaya untuk lebih meningkatkan prestasi belajar bahasa arab siswa dengan penggunaan media pembelajaran, serta perubahan apa yang terjadi pada diri siwa dengan penggunaan media ini.
1.4. Kegunaan Penelitian
1.        Bagi Lembaga
       Hasil penelitian  ini sebagai sumbangan yang konstruktif untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan di MI Kholafiah Syafi’iyah Matekan Besuk Probolinggo dan Madrasah lain pada umumnya sebagai pijakan dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikannya.
2.        Bagi STAI Zainul Hasan
       Hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan literatur di perpustakaan sebagai sumbangan pemikiran dari hasil penelitian khususnya bagaimana cara meningkatkan kualitas tenaga pendidik di MI Kholafiah Syafi’iyah Matekan Besuk Probolinggo.
3.    Bagi Penulis                                                   
Kajian kepustakaan maupun data empirik, sebagai informasi yang sangat berguna bagi pengembangan kualitas diri sebagai pendidik baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. sehingga dapat menambah pengetahuan, pengalaman dan wawasan dalam kepemimpinan.
1.5.  Metode Penelitian
Metode berasal dari kata “mate” yang berarti melalui dan “hodos” yang berarti jalan. Jadi yang di maksud dengan metode ialah jalan yang dilalui. Dengan kata lain, metode mengandung arti, “cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan dengan hasil yang efektif dan efesien”. Dalam pelaksanaan penelitian, guna mempermudah melakukan klarisifikasi informasi toeritik maupun empirik, maka secara operasional langkah-langkah yang peneliti lakukan adalah : (1) Pendekatan dan rancangan peneliti;  (2) Obyek penelitian; (3) Subyek penelitian; (4) Data dan sumber data; (5) Teknik pengumpulan data; (6) Analisis data. Uraian daru langkah-langkah tersebut :

1.5.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, karena dianggap cukup mudah.. penelitian ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) penelitian kualitatif dilakukan pada latar alamiah (the natural setting) sebagai sumber data dan peneliti merupakan instrumen kunci (key instrument); (b) bersikap deskriptif yaitu menggambarkan situasi tertentu atau data yang di kumpulkan berbentuk kata-kata atau gambar dan angka; (c) lebih memperhatikan proses ketimbang hasil atau produk semata; (d) dalam menganalisis datanya cenderung induktif; dan (e) makna merupakan soal esensial yang paling penting bagi penelitian kualitatif.
Melalui pendekatan kualitatif, peneliti dapat mengenal subyek secara mendalam. Hal ini dapat mengeksplorasi situasi, kondisi, atau peristiwa mengenai Proses Pembelajaran bahasa arab di MI Kholafiyah Syafi’iyah Matekan Besuk Probolinggo..
1.5.2 Kehadiran Peneliti di Lapangan
Untuk memperoleh data yang akurat, maka peneliti melakukan observasi langsung kepada obyek yang diteliti. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang valid dalam memperoleh hasil yang dicapai. Sebab peneliti berkedudukan sebagai instrument dan pengumpul data utama dan peranan peneliti yang menentukan segala sekenario yang akan digunakan dalam proses pengumpulan data, karena seorang peneliti harus melakukan wawancara dan observasi agar data yang di dapat sesuai dan relevan dengan kenyataan.

1.5.3 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di MI Kholafiyah Syafi’iyah Matekan Besuk Probolingo yang berada di bawah naungan yayasan Raudhatul Jalil. Letak MI Kholafiyah Syafi’iyah terletak sekitar 1 km dari kantor desa matekan.
1.5.4  Sumber Data
Adapun sumber data yang dijadikan acuan penulis dalam kegiatan ini adalah :
1.   Primer
Data yang diperoleh dari item ini adalah hasil yang dijadikan obyek penelitian yang melibatkan kepala sekolah, guru dan siswa. Yang kemudian diwawancarai untuk memperoleh hasil yang maksimal.

2.   Sekunder
Untuk mendukung data yang termaktub diatas, peneliti mengambil bebera dokumentasi untuk dijadikan salah satu penunjang dilaksanakannya kegiatan penelitian ini dan untuk menambah kevalidannya hasil akhir penelitian dan buku-buku referensi serta internet.
1.5.5 Prosedur Pengumpulan Data
Pada tahap ini, peneliti melakukan beberapa metode, antara lain :
1.      Metode Observasi
Observasi dilakukan untuk mengamati dan mencatatat dengan sistematis fenomena yang dijadikan obyek penelitian serta untuk memperoleh data yang akurat dan valid. Dengan teknik seperti ini data yang diperoleh dapat diakui kevalidannya.

2.      Metode Interview (wawancara)
Untuk memperoleh data yang diteliti terkait dengan keadannya, maka peneliti juga menggunakan teknik interview untuk dijadikan faktor pendukung kegiatan ini untuk memperoleh informasi dari orang lain tentang keadaan obyek yang diteliti.
3.      Metode Dokumentasi
Dokumentasi  ini sangat diperlukan bagi seorang peneliti untuk dijadikan salah satu bukti kehadiran peneliti ditempat ynag dijadikan obyek penelitian dan sebagai faktor pendukung dari hasil data yang diperoleh. Teknik ini berkaitan dengan hal-hal yang berupa jadwal kegiatan, jumlah guru, struktur organisasi, proses  dan lain sebagainya yang berhubungan dengan obyek peneitian.    
1.5.6 Analisis Data
               Analis data ini adalah proses penguraian urutan yang dipakai dalam penelitian ini mulai dari data yang kemudian mengorganisirnya kedalam pola, kategori dan satuan dasar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sebagaimana yang telah dijelaskan oleh penulis sebelumnya. Teknik yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan teknik-teknik tersebut dapat diperoleh hasih yang relevan dengan kenyataan yang ada.


           1.5.7 Pengecekan Keabsahan Temuan
Agar temuan penelitian ini dapat dipercaya, di perlukan suatu pengecekan keabsahan data. Seorang peneliti dapat melakukan pemeriksaan keabsahan data melalui teknik dengan memperpanjang keikutsertaan peneliti di lapangan. dapat pula dengan ketekunan atau keajengan pengamatan, dapat pula dengan caratrianggulasi. Mengingat suatu penelitian mengharuskan kesahihan data yang ada,seorang peneliti membutuhkan pengoreksian pada hasil penelitianya hingga hasil penelitian tersebut sesuai dengan realita yang sedang terjadi. Serta disetujui oleh pihak lembaga dan dapat menguntungkan bagi kedua belah pihak.  
1.5.8    Tahapan-Tahapan Penelitian
Tahapan-tahapan dalam penelitian ini ada 3 (tiga) tahapanm, dan di tambah dengan tahap akhir dari penelitian, yaitu tahap penenulisan hasil penelitian. Tahap-tahap penelitian tersebut adalah:
1.      Tahap pra lapangan, yang meliputi: menyusun rancangan memilih lapangan peneliti, mengurus peridzinan, menjajaki dan menilai keadaan lapangan, memilih dan memanfaatkan informan, menyiapkan perlengkapan penelitian yang menyangkut persoalan etika penelitian.
2.      Tahap pekerjaan lapangan, yang meliputi: memahami latar penelitian dan persiapam diri, memasuki lapangan dan berperan serta sambil mengumpulkan data.
3.      Tahap analisis data yang meliputi: analisis selama dan setelah pengumpulan data.

4.      Tahap penulisan  hasil laporan.
Tag : makalah
0 Komentar untuk "PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA ARAB SISWA"

Back To Top