Selasa, 11 April 2017TApril 11, 2017

perencanaan msdi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Mengawali abad ke 21 ini perusahaan – perusahaan mulai menjadikan sumber daya insani ini sebagai sumber daya utama dari suatu perusahaan sehingga mulai terbentuk adanya departemen sumber daya insani dalam setiap perusahaan.Sebagai hasilnya banyak perusahaan mulai mengungkapkan tentang perlunya perencanaan dan pengembangan karir,informasi karir,konseling yang berhubungan dengan karir.Namun tanggung jawab utama untuk perencanaan dan pengembangan karir terletak pada pribadi sumber daya insani itu sendiri.
Proses perencanaan memungkinkan sumber daya insani untuk mengetahui tujuan – tujuan karir dan jenjang yang mengarah pada tujuan yang telah di tetapkan.Namun perencanaan karir sebagai suatu system tidak akan menjamin karir seseorang akan berkembang tanpa ada respon dari karyawan. Dalam islam perencanaan merupakan sunahtullah karena sesungguhnya Allah menciptakan alam semesta ini dengan hak dan perencanaan yang matang dan kebutuhan terhadap perencanaan sumber daya insani ini mungkin tidak segera tampak dalam perusahaan yang berjalan biasa – biasa saja.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian manajemen sumber daya insani?
2.      Bagaimana strategi perencanaan manajemen sumber daya insani?
3.      Apa saja factor –faktor yang mempengaruhi perencanaan sumber daya insani?
4.      Apa saja manfaat perencanaan manajemen sumber daya insani?

1.3  Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami bagaimana perencanaan sumber daya insani dan problematika yang terjadi di dalam manajemen insani, agar dapat melaksanakan segala kegiatan dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah di tetapkan.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian MSDI
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.
·         Andrew E. Sikula (1981;145) mengemukakan bahwa:
“Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan rencana organisasi”.
Sumber daya insani adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal untuk tercapai tujuan lembaga manajemen sumber daya insani didasari suatu konsep bahwa setiap pegawai/karyawan adalah insani,bukan mesin dan bukan semata menjadi sumber daya untuk mencari keuntungan.
Berikut beberapa pengertian MSDI menurut para ahli:
·         Menurut Henry Simamora
Adalah sebagai pendayagunaan,pengembangan,penilaian,pemberian balasan jasa,dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja. MSDI juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan,penysunan personalia, pengenmbangan karyawan,pengelolaan karir,evaluasi kerja,kompesasi pekerjaan,dan hubungan perburuhan yang mulus.
·         Menurut Melayu SP. Hasibuan
MSDI adalah ilmu yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan karyawan dan masyarakat.
·         Menurut Achmat S. Rucky
Adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusisi,
 pendayagunaan,pengembangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara efektif untuk mencapai tujuan-tujuannya.

2.2 Strategi Perencanaan MSDI
Manajemen sertategi merupakan perencanaan strategi yang berorientasi pada masa depan yang jauh(disebut visi),dan ditetapkan sebagai keputusan pemimpin tertinggi(keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil),agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu(perencanaan operasional untuk menghasilkan barang dan/jasa serta pelayanan)yang berkualitas,dengan diharapkan optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis ) dan berbagai sasaran organisasi.
Begitu banyak pengertian manajemen strategi,namun pada dasarnya manajemen strategi merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan yang memiliki berbagai komponen yang berhubungan dan saling mempengaruhi. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi,misi,tujuan,dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsur-unsurnya,sasaran dan tujuan operasional,pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen burapa fungsi pengorganisasian,fungsi pelaksanaan,dan fungsi penganggaran,kebujakan situasional, jaringan  kerja internal dan eksternal,fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.
sesuai definisi yang ada   menjalankan manajemen strategi berarti pebisnis juga harus membuat perencanaan dalam bentuk formulasi bisnis secara matang, berikut merupakan 10 formalasi bisnis manajemen strategi antara lain:
1.      Menjadi objektif
Kejujuran, penilaian yang tenang dan kekuatan yang mampu melihat kelemahan perusahaan yang dikelola.
2.      Membuat sedernaha dan fokus
Dalam usaha kecil,kesederhanaan adalah efektif. Usaha dan sumber daya seharusnya dikonsetrasikan dimana dampak dan keuntungan adalah hal yang paling utama.
3.      Fokus pada pasar yang menguntungkan
Kelangsungan hidup dan keberhasilan usaha kecil oleh persediaan barang dan jasa khusus yang menemukan keinginan dan kebutuhan dari pemilihan kelompok pelanggan.
4.      Mengembangkan rencana pemasaran
Usaha kecil harus memutuskan bagaimana untuk meraih dan menjual kepada pelanggan.
5.      Manajemen tenaga secara efektif
Kesuksesan usaha kecil tergantung pada bangunan,pengaturan dan motivasi sebuah tim pemenang.
6.      Membuat catatan keungan yang jelas
Usaha kecil perlu untuk memilki catatan asset,liabilitas,penjualan,biaya dan informasi akunting lainnya dalam urutan untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan.
7.      Tidak pernah menghambur-hamburkan kas
Kas adalah raja didalam dunia usaha.
8.      Menghindari perangkap yang berulang-ulang dari pertumbuhan yang cepat
Usaha kecil harus hati-hati melakukan ekspansi.
9.      Mengerti seluruh fase bisnis
Pengendalian usaha kecil dan kemajuan keuntungan usaha kecil,tegantung pada pengertian yang lengkap dari seluruh fungsi bisnis.
10.  Merencanakan kedepan
Usaha kecil harus menformulasikan secara kritis dan menantang pencapaian dan tujuan untuk mengubah menjadi aktifitas yang produktif.

2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi perencanaan MSDI
Proses perencanaan sumber daya manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1.      Lingkungan Eksternal
Perubahan-perubahan lingkungan sulit diprediksi dalam jangka pendek dan kadang-kadang tidak mungkin diperkirakan dalam jangka panjang.
ü  Perkembangan ekonomi mempunyai pengaruh yang besar tetapi sulit diestimasi. Sebagai contoh tingkat inflasi, pengangguran dan tingkat bunga sering merupakan faktor penentu kondisi bisnis yang dihadapi perusahaan. Kondisi ekonomi mempengaruhi dalan manajemen sumber daya insani.Inflasi,sebagai kenyataan hidup merusak perencanaan biaya hidup seseorang.Maka akan berpengaruh terhadap biaya hidup sebagai akibatnya mengalami peningkatan dalam anggaran rumah tangga seorang karyawan.Maka perlu direncanakan masalah gaji,pengangkatan karyawan agar tidak terjadi pengurangan pegawai.Tanpa perbaikan produktifitas dan perekonomian yang kuat,sangat sulit untuk mengendalikan inflasi dan bersaing di pasar dunia secara efektif.
ü  Kondisi sosial-politik-hukum mempunyai implikasi pada perencanaan sumber daya manusia melalui berbagai peraturan di bidang personalia, perubahan sikap dan tingkah laku, dan sebagainya.
ü  Sedangkan perubahan-perubahan teknologi sekarang ini tidak hanya sulit diramal tetapi juga sulit dinilai. Perkembangan komputer secara dasyat merupakan contoh jelas bagaimana perubahan teknologi menimbulkan gejolak sumber daya manusia. Pengembangan dan penerapan teknologi baru berpengaruh besar terhadap praktik organisasi dan manajemen.Dengan perubahan teknologi mungkin juga menyebabkan keterasingan di antara karyawan,ketertinggalan pengetahuan dan keterampilan dan kesulitan penyesuaian terhadap proses baru organisasi.
ü  Para pesaing merupakan suatu tantangan eksternal lainnya yang akan mempengaruhi permintaan sumber daya manusia organisasi. Sebagai contoh, “pembajakan” manajer akan memaksa perusahaan untuk selalu menyiapkan penggantinya melalui antisipasi dalam perencanaan sumber daya manusia.

2.      Keputusan-keputusan Organisasional
Berbagai keputusan pokok organisasional mempengaruhi permintaan sumber daya manusia.
ü  Rencana stratejik perusahaan adalah keputusan yang paling berpengaruh.
ü  Ini mengikat perusahaan dalam jangka panjang untuk mencapai sasaran-sasaran seperti tingkat pertumbuhan, produk baru, atau segmen pasar baru. Sasaran-sasaran tersebut menentukan jumlah dan kualitas karyawan yang dibutuhkan di waktu yang akan datang.
ü  Dalam jangka pendek, para perencana menterjemahkan rencana-rencana stratejik menjadi operasional dalam bentuk anggaran. Besarnya anggaran adalah pengaruh jangka pendek yang paling berarti pada kebutuhan sumber daya manusia.
ü  Forecast penjualan dan produksi meskipun tidak setepat anggaran juga menyebabkan perubahan kebutuhan personalia jangka pendek.
ü  Perluasan usaha berarti kebutuhan sumber daya manusia baru.
ü  Begitu juga, reorganisasi atau perancangan kembali pekerjaan-pekerjaan dapat secara radikal merubah kebutuhan dan memerlukan berbagai tingkat ketrampilan yang berbeda dari para karyawan di masa mendatang.

3.      Faktor-faktor Persediaan Karyawan
Permintaan sumber daya manusia dimodifakasi oleh kegiatan-kegiatan karyawan. Pensiun, permohonan berhenti, terminasi, dan kematian semuanya menaikkan kebutuhan personalia. Data masa lalu tentang faktor-faktor tersebut dan trend perkembangannya bisa berfungsi sebagai pedoman perencanaan yang akurat.

2.4 Manfaat Perencanaan MSDI
Menurut Sondang Siagian sedikitnya terdapat 6 manfaat yang dapat dipetik melalui suatu perencanaan sumber daya manusia yaitu:
1.      Organisasi dapat memanfaatkan SDM yang sudah ada dalam organisasi secara baik.
2.      Melalui perencanaan SDM yang matang, produktivitas kerja dari tenaga yang sudah ada dapat ditingkatkan.
3.       Perencanaan SDM berkaitan dengan penentuan kebutuhan akan tenaga kerja di masa depan, baik dalam arti jumlah dan kualifikasinya untuk mengisi berbagai jabatan dan menyelenggarakan berbagai aktivitas baru kelak.
4.      Salah satu segi manajemen SDM yg dewasa ini dirasakan semakin penting ialah penanagan informasi ketenagakerjaan.
5.      Salah satu kegiatan pendahuluan dalam perencanaan, termasuk perencanaan SDM, adalah penelitian. Berdasarkan bahan yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan untuk kepentingan perencanaan SDM, akan timbul pemehaman yang tepat tentang situasi pasar kerja.
6.      Rencana SDM merupakan dasar bagi penyusunan program kerja bagi satuan kerja yg menangani SDM dalam organisasi.Dengan perencanaan SDM dapat diperoleh manfaat semaksimal mungkin. Perencanaan yang matang akan memudahkan manajer/pengurus dalam mengoptimalkan SDM yang ada di lingkungan kerjanya. Dengan perencanaan yang matang akan memajukan perusahaan itu sendiri.






BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Sumber daya insani adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal untuk tercapai tujuan lembaga manajemen sumber daya insani didasari suatu konsep bahwa setiap pegawai/karyawan adalah insani,bukan mesin dan bukan semata menjadi sumber daya untuk mencari keuntungan.
            MSDI  memberikan petunjuk masa depan, menentukan dimana tenaga kerja diperoleh, kapan tenaga kerja dibutuhkan, dan pelatihan dan pengembangan jenis apa yang harus dimiliki tenaga kerja. Melalui rencana suksesi, jenjang karier tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perorangan yang konsisten dengan kebutuhan suatuorganisasi.


DAFTAR PUSTAKA



Tag : makalah
0 Komentar untuk "perencanaan msdi"

Back To Top