Selasa, 11 April 2017TApril 11, 2017

siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler robotika

PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER ROBOTIKA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA
LATAR BELAKANG
        Pendidikan berperan penting bagi perkembangan dan perwujudan diri individu terutama dalam mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa dan negara.
        Hal penting yang perlu ditekankan adalah bahwa fungsi pendidikan diseluruh jenis dan jenjang tidaklah hanya membentuk manusia menjadi cerdas dan memiliki keterampilan, tetapi juga menjadikan manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan mandiri, serta memiliki tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Setiap lembaga pendidikan seharusnya berupaya menyeimbangkan antara pengembangan kecerdasan intelektual dan pengembangan aspek kepribadian lainnya. Hal ini penting diperhatikan, tidak semata-mata untuk memenuhi amanat pembukaan UUD 1945 dan UU No. 20 tahun 2003, tetapi juga karena pendidikan yang sangat menekankan pada pengembangan aspek kecerdasan dan menomorduakan aspek kepribadian telah banyak membawa dampak negatif.
TUJUAN
Penelitian ini bertujuan untuk:
(1) Mengetahui deskripsi rasa senang siswa yang mengikuti ekstrakturikuler robotika di SMK Negeri 3 Yogyakarta.
(2) Mengetahui pengaruh kegiatan ektrakurikuler robotika terhadap kecerdasan emosional siswa di SMK Negeri 3 Yogyakarta.
RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah:
(1) Bagaimana deskripsi rasa senang siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler robotika di SMK Negeri 3 Yogyakarta?
(2) Bagaimana pengaruh kegiatan ektrakurikuler robotika terhadap kecerdasan emosional siswa di SMK Negeri 3 Yogyakarta?
           

DATA
      Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket atau kuesioner. Teknik analisis data yaitu dengan menggunakan bantuan software SPSS 17.00.
1.Analisis Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2009: 147).
2. Uji Persyaratan Analisis
Uji persyaratan analisis dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas.
HIPOTESIS
a.       Analisis Regresi Linier Sederhana
Analisis linier sederhana digunakan untuk mengukur pengaruh satu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).
b.      Koefisien Determinasi
Menghitung besarnya persentase derajat pengaruh variabel X terhadap variabel Y dengan jalan mencari koefisien determinasinya (R2)
HASIL PENELITIAN
1.      Deskripsi Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 3 Yokyakarta. Subyek penelitian adalah siswa kelas X dan XI Teknik Audio Video yang mengikuti ekstrakurikuler robotika sebanyal 35 siswa. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2012.
a.       Kegiatan ekstrakurikuler diketahui harga rata-rata (mean) =80,14, nilai tengah(median) =82,00, modus = 85,00, simpangan baku (standard deviation) = 10,21, skor minimum = 51,00, skor tertinggi = 95,00, tingkat pnyebaran kegiatan ekstrakurikuler robotika (variance) = 104,30, rentang (range) = 44,00 dan jumlah skor keseluruhan adalah sebesar 2805,00.
b.       Terlihat dari hasil analisis deskriptif menggunakan spss 17.00 yangterdapat pada lampiran , maka dfiketahui harga rata-rata  (mean) = 67,88, nilai tengah (median) = 67,00, modus = 67,00, simpangan baku(standard deviation) = 9,51, skor minimum = 46,00, skor tertinggi = 86,00, tingkat penyebaran kecerdasan emosional siswa (variance) = 90,51, rentang (range) = 40,00, dan jumlah skor keseluruhan adalah sebesar 2376,00.
Statistik Deskiptif
              Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisas
Pengujian Hipotesis
·         Robotika
Kamus Bahasa Indonesia (2008: 1312) mendefinisikan, robot adalah alat dapat berupa orang-orangan dan sebagainya yang bisa bergerak (berbuat seperti manusia) yang dikendalikan oleh mesin.
·         Kecerdasan Emosional
a.       Pengertian Emosi Kamus Bahasa Indonesia (2008: 389) mendefinisikan bahwa emosi adalah perasaan batin yang kuat atau keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharusan, kecintaan, keberanian yang bersifat subjektif).
b.      Pengertian Kecerdasan Emosional Cooper dan Sawaf dalam Al. Tridhonanto (2010: 8) mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi.
c.       Wilayah Kecerdasan Emosional Salovey (Goleman, 2000: 57) membagi kecerdasan emosional ini menjadi lima wilayah utama sebagaimana dijelaskan berikut ini. (1) Mengenali emosi diri. (2) Mengelola Emosi. (3) Memotivasi diri sendiri. (4) Mengenali emosi orang lain. (5) Membina hubungan.
d.      Ciri Utama Emosi Ciri-ciri yang membedakan emosi dengan bagian yang lain kehidupan mental menurut Paul Ekman dan Seymour Epstein (Goleman, 2000: 414-421), sebagaimana dijelaskan berikut ini. (1) Respon yang cepat tetapi ceroboh. (2) Pertama adalah perasaan, kedua adalah pemikiran. (3) Realitas simbolik yang seperti kanak-kanak. (4) Masa lampau diposisikan sebagai masa sekarang. (5) Realitas yang ditentukan oleh keadaan.

e.       Berdasarkan kerangka berpikir diatas, dapat dirumuskan suatu hipotesis sebagai berikut: “Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari kegiatan ekstrakurikuler robotika terhadap kecerdasan emosional siswa di SMK Negeri 3 Yogyakarta”.  
Tag : artikel
0 Komentar untuk "siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler robotika"

Back To Top