Senin, 01 Mei 2017TMei 01, 2017

RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU



Pada dasar nya, setiyap ilmu memiliki dua macam objek, yaitu objek material dan objek formal. Objek material adalah suatu yang dijadikan sasaran penyelidikan, seperti tubuh manusia adalah objek material ilmu kedokteran. Adapun objek formal nya adalah metode untuk memahami objek material tersebut, seperti pendekatan induktif dan deduktif.
Filsafat sebagai proses berpikir yang sestematis dan radikal juga memiliki objek material dan objek formal. Objek material filsafat adalah segala yang ada . segala yang ada mencakup mencakup  ada yang tampak dan ada yang tidak tampak.  Ada yang tampak adalah  dunia empiris , sedangkan yang tidak tampak  adalah alam matefisika.
Sebagian filosof membagi  objek material filsafat atas tiga bagian. Yaitu yang ada dalam alam empiris, yang ada dalam alam pikiran, dan yang ada dalam kemungkinan.
Adapun beberapa pengertiyan pokok tentang filsafat menurut kalangan filosof adalah:
1.       Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan  sestematik serta lengkap tentang seluruh realitas.
2.      Upaya untuk melukiskan hakikat realitas akhir dan dasar serta nyata.
3.      Upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan: sumber nya, hakikatnya,  keabsahan nya, dan nilai nya.
4.      Penyelidikan kritis atas pengadayan-pengadayan dan pernyatan-pernyatan yang dilakukan oleh berbagai bidang pengetahuan.
5.      Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu anda melihat apa yang anda katakan  dan untuk mengatakan apa yang anda lihat.
Pengertiyan filsafat secara termilogi sangat beragam, baik dalam ungkapan maupun titik  tekan nya. Bahkan, moh. Hatta dan langeveld mengatakan bahwa devinisi filsafat  tidak perlu diberiakan karena setiyap orang memiliki titik tekan sendiri dalam devinisi nya.  Pendapat ini ada benar nya, sebab intisari berfilsafat itu dapat dalam pembahasanbukan dalam devnisi. Namun definisi filsafat untuk dijadikan patokan awal diperlukan untuk memberi arah dan cakupan objek yang dibahas, terutama yang terkait dengan filsafat ilmu. Karena itu, disini dikemukakan beberapa definisi dari para fiosof  terkemuka yang cukup reprensentatif, baik dari segi zaman maupun kualitas pemikiran.
Pythagoras (572-497 sm) adalah filosof yang pertama kali  menggunakan kata filsafat, dia mengemukakan bahwa manusia dapat dibagi kedalam tiga tipe:  mereka yang mencintai kesenangan, merek yang mencintai kegiatan, dan mereka yang mencintai kebijaksanaan.
Plato (427-347 SM) mengatakan bahwa objek filsafat adalah penemuan kenyataan atau kebenaran absolute (keduanya sama dalam pandangan nya), lewat “dialektika”[1]. Sementara aristoteles (384-332 SM), tokoh utama filosof klasik, mengatakan bahwa filsafat menyelidiki sebab dan asas segala terdalam dalam diri wujud. Karena itu ia, menamakan filsafat dengan “teologi” atau “filsafat pertama” 
Al-farabi (W. 950 M ), seorang filosof muslim terbesar sebelum ibnusina berkata “ filsafat ialah ilmu tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat nya yang sebenar nya”[2]
Imanuel kant (1724-1804 M) mengatakan bahwa : filsafat  itu ilmu dasar segala pengetahuan , yang mencakup didalam nya empat persoalan, yaitu:
                    I.            Apakah yang dapat kita ketahui ? (dijawab oleh matefissika)
                  II.            Apakah yang boleh kita kerjakan ?(dijawab oleh etika/norma)
                III.            Sampai di manakah pengharapan kita ?( dijawab oleh agama)
                IV.            Apakah yang dinamakan manusia ? (dijawab oleh antro polog)[3]
Urayan diatas menunjukkan dengan jelas cirri dan karakteristik berpikir secara filosofis. Intinya adalah upaya secara sunggu-sungguh dengan menggunakan akal dan pikiran sebagai alat utamanya untuk menemukan hakikat segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu.
TUJUAN FILSAFAT ILMU
1.      Mendalami unsur-unsur pokok ilmu, sehingga secara menyeluruh kita dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu.
2.      Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan ilmu diberbagai bidang , sehingga kita mendapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara historis.
3.      Menjadi pedoman bagi para dosen dan mahasiswa dalam mendalami studi diperguruan tinggi, terutama untuk membedakan persoalan yang ilmiyah dan nonilmiyah.
4.      Mendorong pada calon ilmuan dan ilmuan untuk konsisten dalam mendalami ilmu dan mengembangkan nya.
5.      Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak adapertentangan.




[1] Dialek tika adalah metode mencapai devinisi bagi sebuah konsep dengan cara menguji ciri-ciri umum yang ditemukan dalam sejumlah contoh khusus dari konsep itu.(kamus filsafat,hlm 162-164)
[2] Endang saifuddin anshari, ilmu filsafat dan agama, (Surabaya :pt bina ilmu, 1988),cet .vii, hlm 83
[3] Jujun S. suriasumantri, ilmu dalam perspektif, (Jakarta: yayasan obor Indonesia, 2001) . cet. Xv.hlm.2.
Tag : artikel
0 Komentar untuk "RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU"

Back To Top