Minggu, 14 Mei 2017TMei 14, 2017

sejarah perkembangan ilmu dalam islam

            Sebelum diuraikan sejarah dan perkembangan ilmu dalam islam, ada baiknya diuraikan sedikit tentang pandangan islam terhadap ilmu. Hal ini penting untuk diketahui karna menjadi landasan bagi pengembangan ilmu di sepanjang sejarah kehidupan umat islam, mulai dari zaman klasik sampai saat ini.
            Sejak awal kelahirannya, islam sudah memberikan penghargaan yang begitu besar kepada ilmu. Sebagaimana sudah diketahui, bahwa nabi Muhammad SAW.  Ketika diutus oleh Allah sebagai rasul, hidup dalam masyarakat yang terbelakang, yang mana paganism tumbuh menjadi sebuah identitas yang melekat pada masyarakat arab masa itu. Kemudian islam menawarkan cahaya penerang yang mengubah masyarakat arab jahiliyah menjadi masyarakat yang berilmu dan beradab.
            Kalau dilacak akar ssejarah nya, pandangan islam tentang penting nya ilmu tumbuh bersamaan dengan munculnya islam itu sendiri. Ketika rasulullah SAW. Menerima wahyu pertama, yang mula-mula diperintahkan kepadanya adalah “membaca”.
            Penulis tidsk akan panjang lebar dalam menguraikan pandangan islam terhadap ilmu. Pembahasan yang lebih mendalam dapat dibaca dalam subbab berikutnya.penulis mencoba membagi sejarah perkembangan ilmu dalam islam dalam beberapa zaman, seperti urayan berikut ini.
1.      Penyampayan ilmu dalam filsafat yunani kedunia islam

 pengalihan pengetahuan ilmiyah dalam filsafat yunani kedunia islam, dan penyerapan serta pengintegrasian pengetahuan itu oleh umat islam, merupakan sebuah catatan sejarah yang unik. Dalam sejarah peradaban manusia, amat jarang ditemukan satu kebudayaan asing dapat diterima sedemikian rupa oleh kebudayaan lain, yang kemudian menjadikannya landasan bagi perkembangan intelektual dan pemahaman filosofisnya.
Dalam perjalanan ilmu dan juga filsafat dunia islam, pada dasarnya terdapat upayarokonsilasi dalam arti mendekatkan dan mempertemukan dua pandangan yang berbeda, bahkan sering kali extrim antara pandangan filsafat yunani, seperti filsafat plato dan aristoteles, dengan pandangan keagamaan dalam islam yang seringkali menimbulkan benturan-benturan. Sebagai contoh koncret dapat disebutkan bahwa plato dan aristoteles telah memberikan pengaruh yang besar pada mahzab-mahzab islam, khususnya mahzab eklektisisme.
2.      Perkembangan ilmu pada masa islam klasik

Sebagaimana telah disinggung diatas bahwa pentingnya ilmu pengetahuan sangat ditekankan oleh islam sejak awal, mulai masa nabi sampai dengan khulafa al-rasyidin, pertumbuhan dan perkembangan ilmu berjalan dengan pesat seiring dengan tantangan zaman.
Selanjutnya, satuhal yang patut dicatat dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu dalam islam adalah peristiwa fitnah al-kubra, yang ternyata tidak hanya membawa konsekuensi logis dari segi politis an sich- seperti yang dipahami selama ini tetapi ternyata juga membawa perubahan besar bagi pertumbuhan dan perkembangan ilmu di dunia islam,
Pasca terjadinya fitnah Al-kubra, muncul berbagai golongan yang memiliki aliran teologis terssendiri yang pada dasarnya berkembang karena alasan-alasan politis. Pada saat itu muncul aliran syi’ah yang membela ali, aliran khawarij, dan kelompok muawiyah. Namun, diluar konflik yang muncul pada saat itu, sejarah mencatat dua orang tokoh besar yang tidak ikut terlibat dalam perdebatan teologis yang cenderung mengkafirkan satu sama lain, tetapi justriu mencurahkan perhatiyannya pada bidang ilmu agama. Kedua tokoh itu adalah adalah Abdullah ibn umar dan Abd ibn abbas

3.      Perkembangan ilmu pada masa kejayaan islam
pada masa kejayaan kekuasaan islam, khususnya pada masa pemerintahan dinasti Umayyah dan dinasti Abbasiyah, ilmu berkembang sangat maju dan pesat. Kemajuan ini membawa islam pada masa keemasannya, dimana pada saat yang sama wilayah-wilayah yang jauh di luar kekuasaan islam masih berada pada masa kegelapan peradaban (Dark Age).
Perkembangan ilmu selanjutnya berada pada masa pemerintahan Al-ma’mun (813-833). Ia adalah seorang pengikut Mu’tazilah dan seorang rasionalis yang berusaha memaksakan pandangannya kepada rakyat melalui mekanisme Negara. Walaupun begitu, ia telah berjasa besar dalam mengembangkan ilmu di dunia islam dengan membangun bait al-Hikmah, yag terdiri dari sebuah perpustakaan, sebuah observatium, dan sebuah departemen penerjemahan. Orang terpenting da bait al-hikmah adalah hunain, seorang murid masawayh, yang telah berjasa menerjemahkan buku-buku plato, aristoteles, Galenus,Appolonius, dan Archimedes.
Masih berkaitan dengan era kejayaan keilmuan islam, perlu juga disinggung secara sepintas tentang transformasi ilmu dari dunia islam kebarat. Terjadinya transformasi kebudayaan dan khususnya ilmu dari dunia islam kebarat disebabkan paling tidak oleh dua alasan. Pertama, kontak pribadi. Setelah penaklukan arab atas Persia, syiria,dan mesir., orang-orang Kristen di timur mengadakan kontak dengan orang-orang islam. Mereka hidup bersama dan menikmati toleransi agama yang besar.
4.      Masa keruntuhan tradisi keilmuan dalam islam

Abad ke-18 dalam sejarah islam adalah abad yang paling menyedihkan bagi umat islam dan memperoleh catatan buruk bagi peradaban islam secara universal. Seperti yang diunngkap oleh Lothrop Stoddard, bahwa menjelang abad ke-18,dunia islam telah merosot ke tingkat yang terendah. Islam tampaknya sudah mati, dan yang tertinggal hanyalah cangkangnya yang kering kerontang berupa ritual tampa jiwa dan takhayyul yang merendahkan martabat umatnya, ia menyatakan seandainya Muhammad bisa kembali hidup, dia pasti akan mengutuk para pengikutnya sebagai kaum murtad dan musyrik.
Pernyataan Stoddard diatas menggambarkan begitu dahsyatnya proses kejatuhan peradaban dan tradisi keilmuan islam yang kemudian menjadikan umat islam sebagai bangsa yang dijajah oleh bangsa-bangsa barat.


Itulah yang dapat saya uraikan tentang perkembangan ilmu zaman islam.
Semoga bermanfaat.  


Tag : sejarah
0 Komentar untuk "sejarah perkembangan ilmu dalam islam"

Back To Top